Batu Qur’an, Pandeglang

 

Perjalanan ke Batu Qur’an, Pandeglang

Kami bawa suasana dalam sukacita …… 
ziarah_batu3_zpsbkvevfbr
ziarah_batu04_zpsmcizgxvw
Bertemu dengan para santri Tangerang ….. 
ziarah_batu_zpsxwbwhwux

Ritual di Batu Qur’an …. 

di iringi orbs” indah

ziarah_batu2_zpsshooe3za
ziarah_batu4_zpsx4gswlc9

Orbs” indah nan cantik ……

Penjaga batu Qur’an

orbs_01_zpscrtq1mcu orbs_02_zpsmk6xemul

 

Video wawancara

Tempat-tempat Ziarah Keramat di Kabupaten Pandeglang

Kabupaten Pandeglang terletak di provinsi Banten. Luas wilayahnya adalah 2.193,58 Km2. Wilayah kabupaten Pandeglang berbatasan dengan kabupaten Lebak di sebelah Timur, kabupaten Serang di sebelah Utara, Selat Sunda di sebelah Barat, dan Samudera Indonesia di sebelah selatan. Pada tahun 2000, jumlah penduduknya mencapai 2.933.900 jiwa.

Mayoritas penduduk Pandeglang menganut agama Islam, dan coraknya dapat digolongkan ke dalam Islam tradisional. Di sini, penghormatan terhadap ulama atau kiyai menempati posisi yang tinggi, termasuk ketika ulama tersebut sudah meninggal dunia. Makamnya akan banyak diziarahi oleh murid-muridnya, masyarakat sekitarnya, bahkan masyarakat dari luar daerah, bergantung pada “kaliber” atau lingkup ketokohan ulama tersebut.

Tradisi keagamaan masyarakat Pandeglang tidak berbeda dengan tradisi keagamaan di provinsi Banten pada umumnya, termasuk dalam hal ziarah ke makam keramat. Di antara makam keramat di daerah Pandeglang yang banyak diziarahi oleh masyarakat, termasuk masyarakat dari luar daerah, antara lain:

1. Makam Syekh Mansur di Cikadueun

2. Makam Syekh Abdul Jabbar di Karangtanjung

3. Makam Syekh Asnawi di Caringin

4. Makam Syekh Daud di Labuan

5. Makam Syekh Rako di Gunung Karang

6. Makam Syekh Royani di Kadupinang

7. Makam Syekh Armin di Cibuntu

8. Makam Abuya Dimyati di Cidahu

9. Makam Ki Bustomi di Cisantri

10. Makam Nyimas Gandasari di Panimbang.

Aktivitas ziarah ke makam-makam keramat tersebut biasanya meningkat tajam pada bulan Mulud (Rabiul Awal, bulan lahirnya Nabi Muhammad Saw.), menjelang bulan Ramadan, sehabis Lebaran, pada malam Jumat, dan pada hari-hari libur. Tetapi pada hari-hari biasa pun selalu ada saja orang yang berziarah. [

Syekh Yusuf Mansyurudin, Pandeglang
Masjid Kubah Emas, Depok _2