Anak Kembar yang hilang

Kejadian di Kali Brantas

Waktu itu hari minggu, di tahun 1995. Saat itu aku usiaku batu 20 tahun, aku bekerja dan tinggal di kota Malang, Jawa Timur.

Yudi_Brantas

Di pagi hari yang cerah, tersirat kabar yang menyedihkan, ada seorang anak dari salah satu anak kembar yang hanyut karena terpeleset di Kali Brantas. Anak tersebut belum ditemukan, begitu menurut kabar tersebut. Rumahku tidak jauh dari Kali Brantas sekitar 500m, aku segera bergegas ke arah lokasi anak yang hilang tersebut..

Di lokasi kejadian, tampaklah kali Brantas yang sedang mengering dikarenakan musim kemarau, dijejali oleh para warga. Para warga berkerumun, ingin tahu nasib anak yang hilang tersebut. Banyak warga yang berteriak, menangis histeris, atau diam, mungkin berdoa dalam hati agar anak tersebut ditemukan dan masih sempat mendapatkan pertolongan.

Di lokasi itu bagian paling dalam kali brantas, hanya ada satu orang yang mencoba mencari anak tersebut. Berulang kali dia menyelam ke dalam air dan sesaat timbul kembali untuk mencari anak yang hilang di sungai Brantas itu.

Berdasarkan naluri kemanusiaan dan berbekal kursus renang yang aku miliki, aku segera menanggalkan pakaian dan bercelana pendek. Aku melompat dari kejauhan dan menuju tempat yang diperkirakan anak tersebut kelihatan terakhir kali. Aku sempat berpikir, andaikan dia bisa ketemu mungkin nyawanya tertolong karena berselang jarak 10 menit dengan waktu dia tenggelam.

fotoku saat umur 20 di Kali Kedung Kandang, Kota Malang… 

Aku menyelam dan mencoba meraba” dasar sungai tersebut, tapi tiap aku menyelam ada tenaga yang dahsyat dari dalam sungai mencoba menolak aku dan membawa diriku kembali ke permukaan. Berulang kali aku mencoba menyelam, hanya rasa pedih di mata dan sesaknya napas yang akhirnya kudapatkan. Anehnya kali Brantas hari itu baunya terasa sangat busuk sekali tidak seperti hari-hari biasanya, seperti bau nanah dan darah, amis dan membikin rasa mual di perut.

Aku berdiam di permukaan sungai, diam… nggak ngerti lagi apa yang bisa aku lakukan. Apakah sudah suratan takdir anak itu meninggal di kali ini???? Atau diminta oleh penunggu sungai??????

Ketika aku masih berada di sungai tempat anak tersebut hilang. Sekitar 30 menit aku diam, bingung, tak ada yang dapat kuperbuat. Teriakan dari warga kampung akhirnya menyadarkanku.

Akhirnya aku tersadar, anak itu tak bisa tertolong lagi. Hilang di kali brantas yang kelihatan tenang dan sangat dangkal. Akhirnya aku kembali ke rumah, diikuti tatapan sedih warga di pinggir sungai tersebut.

Selang beberapa jam kemudian aku berada di situ. Tak ada tanda-tanda kehidupan dari anak tersebut. Warga berdoa dan yang lain mencoba bermusyawarah, akhirnya dapat mufakat, yaitu memanggil orang pintar yang mempunyai mani air (mustika air), untuk memukan jenasah anak tersebut. Aku nggak tahu apa itu mani air.

Dua jam kemudian, orang pintar tersebut datang. Ada satu rombongan terdiri dari 4 orang pria. Mereka berdoa dahulu, sebelum mencebur sungai. Dengan bergegas dan berbagi tugas, mereka terjun dan memetakan sungai itu, ketika satu kali peta dan mereka menyusuri bagian dangkal sungai tempat aku berdiam diri tadi pagi, salah satu dari mereka kakinya merasa terganjal oleh sesuatu, segera dia merunduk dan mengangkat sesuatu (dalam penglihatanku seperti pohon pisang), seketika warga yang ikut menyaksikan acara tersebut berteriak-histeris. Ternyata itu adalah jasad anak itu. Segera dibawanya jasad itu ke rumah duka.

Seketika itu beredar banyak cerita misteri akibat kejadian itu. Sebelum kejadian itu, sang ibu bermimpi di datangi orang tua, yang kemudian membawa salah satu anaknya.
Aku cuma berpikir, andaikan aku punya mani air (mustika air) seperti orang-orang pintar tersebut pasti nyawa anak itu bisa diselamatkan. Aku mencoba mencari tahu, apa itu supranatural?????

Selang beberapa saat, tetanggaku datang bercerita tentang Kali Brantas. Suatu waktu dia bermimpi, ada suara yang mengatakan agar warga di sekitar sungai Brantas agar segera menyingkir, karena Nyi Roro Kidul pengusa laut Selatan akan mempunyai hajat. Dalam Suaranya mengatakan ingin membawakan oleh-oleh buat sang penguasa. Diomongkannya mimpi itu, kebeberapa tetangga, ada beberapa yang percaya tapi banyak juga yang tidak mempercayai mimpi tersebut. Malam harinya, warga dikagetkan dengan suara gemuruh dari arah hulu, banjir bandang. Warga berusaha menyingkir, dan melihat dari tempat yang aman. Banyak rumah yang tersapu banjir, ada beberapa warga yang terkurung di dalamnya. Ada satu keluarga terdiri dari tiga anak yang masih kecil-kecil yang ditinggal ayah dan ibunya untuk menonton wayang kulit. Sementara anak-anaknya tertidur dan terkunci dari luar. Hanyutlah rumah itu.

Tiba-tiba di antara suara derasnya air tampak suara gemuruh teriakan yang datang dari hulu….. sumbernya dari teriakan warga yang takjub akan suatu fenomena. Di tengah kali tersebut tampak seekor ular naga yang besar terbawa air dengan matanya yang mengeluarkan sinar sebesar lampu strongking (kalau sekarang sekitar lampu 200 Watt berwarna merah). Degan gagahnya dia tengadahkan kepala di antara kayu-kayu dan puing-puing kehancuran akibat banjir bandang tersebut.

Pertolongan dari alam lain???
Terseret dan ingin memahami Supranatural

Add a Comment