Bunga bangkai (Ziarah di Dewi rengganis)_1

BUDAYA rONGGENG……..

Versi pertama mengatakan bahwa Ronggeng Gunung diciptakan oleh Raden Sawunggaling. Konon, ketika kerajaan Galuh dalam keadaan kacau-balau karena serangan musuh, Sang Raja terpaksa mengungsi ke tempat yang aman dari kejaran musuh. Dalam situasi yang demikian, datanglah seorang penyelamat yang bernama Raden Sawunggaling.

Sebagai ungkapan terima kasih atas jasanya yang demikian besar itu, Sang Raja menikahkan Sang Penyelamat itu dengan putrinya (Putri Galuh). Kemudian, ketika Raden Sawunggaling memegang tampuk pemerintahan, beliau menciptakan tarian yang bernama Ronggeng Gunung sebagai sarana hiburan resmi di istana. Penarinya diseleksi ketat oleh raja dan harus betul-betul mempunyai kemampuan menari, menyanyi, dan berparas cantik, sehingga ketika itu penari ronggeng mempunyai status terpandang di lingkungan masyarakat.

Versi kedua berkisah tentang seorang puteri yang ditinggal mati oleh kekasihnya. Siang dan malam sang puteri meratapi terus kematian orang yang dicintainya. Selagi sang puteri menangisi jenasah kekasihnya yang sudah mulai membusuk, datanglah beberapa pemuda menghampirinya dengan maksud untuk menghiburnya. Para pemuda tersebut menari mengelilingi sang puteri sambil menutup hidung karena bau busuk mayat. Lama-kelamaan, sang puteri pun akhirnya ikut menari dan menyanyi dengan nada melankolis. Adegan-adegan tersebut banyak yang menjadi dasar dalam gerakan-gerakan pada pementasan Ronggeng Gunung saat ini.

Versi ketiga, Dua Wajah Tari Perempuan di Jawa Barat”. Versi ini menyatakan bahwa kesenian Ronggeng Gunung berkait erat dengan kisah Dewi Samboja. Dewi Samboja adalah puteri ke-38 dari Prabu Siliwangi yang bersuamikan Angkalarang. Konon, suatu saat suami sang Dewi yaitu Angkalarang mati terbunuh oleh Kalasamudra (pemimpin bajak laut dari seberang lautan).

Dewi Samboja sangat bersedih hatinya karena suami yang dicintainya telah meninggal dunia dan ia sangat marah kepada Kalasamudra yang telah membunuh suaminya. Untuk menghilangkan kesedihan dan sekaligus kemarahan puterinya atas kematian Angkalarang, maka ayahandanya, yaitu Prabu Siliwangi memberikan wangsit kepada Dewi Samboja. Isi wangsit tersebut adalah bahwa untuk dapat membalas kematian Angkalarang dan membunuh Kalasamudra, Dewi Samboja harus menyamar sebagai Nini Bogem, yaitu sebagai seorang penari ronggeng kembang. Dan, berdasar wangsit itulah, Dewi Samboja mulai belajar menari ronggeng dan seni bela diri.

Singkat cerita, pergelaran ronggeng di tempat Kalasamudra pun terjadi. Dan, ini berarti kesempatan bagi Dewi Samboja untuk membalas kematian suaminya. Konon, ketika sempat menari bersamanya, Dewi Samboja mewujudkan niatnya, sehingga perkelahian pun tidak dapat dihindari. Perkelahian itu baru berakhir ketika Dewi Samboja dapat membunuhnya.

Versi keempat mirip dengan versi ketiga, hanya jalan ceritanya yang berbeda. Dalam versi ini perkimpoian antara Dewi Siti Samboja dan Raden Anggalarang, putra Prabu Haur Kuning dari Kerajaan Galuh, tidak. direstui oleh ayahnya. Untuk itu, pasangan suami-isteri tersebut mendirikan kerajaan di Pananjung, yaitu daerah yang kini merupakan Cagar Alam Pananjung di obyek wisata Pangandaran. Suatu saat kerajaan tersebut diserang oleh para perompak yang dipimpin oleh Kalasamudra, sehingga terjadi pertempuran.

Namun, karena pertempuran tidak seimbang, akhirnya Raden Anggalarang gugur. Akan tetapi, istrinya, Dewi Siti Samboja, berhasil menyelamatkan diri.dan mengembara. Dalam pengembaraannya yang penuh dengan penderitaan, sang Dewi akhirnya menerima wangsit agar namanya diganti menjadi Dewi Rengganis dan menyamar sebagai ronggeng. Di tengah kepedihan hatinya yang tidak terperikan karena ditinggal suaminya, Dewi Rengganis berkelana dari satu tempat ke tempat lainnya.

SUMBER:
http://www.mypangandaran.com/aneka/detail/13/mengenal-budaya-ronggeng-gunung.html

 

—————————

 

Nama Dewi Rengganis……….
Versi lain..

Alkisah pada jaman kerajaan siliwangi Putra Prabu Siliwangi yang bernama Prabu Kian santang pernah menjalin cinta dengan seorang gadis dusun yang sangat cantik jelita bernama DEWI RENGGANIS. Dewi rengganis sendiri adalah keturunan dari putri dari buah hasil alam yang dibesarkan oleh Keagungan sang pencipta, ketika cinta mereka sedang begitu Memuncak keluarlah perintah dari sang prabu siliwangi bahwa sang prabu harus pergi ke medan perang. Sedihlah hati sang putri, kekasih yang dicinta akan meninggalkan dirinya untuk pergi membela martabat kerajaanya yang sedang mengalami serbuan dari kerajaan Sumedang Larang yang dipimpin langsung oleh rajanya yaitu Kidang Pananjung. Perpisahan memang menyakitkan namun sang prabu sebelum berangkat menitipkan sang putri kepada kedua sahabatnya yaitu Senopati LAYUNG yang saat ini diyakini oleh masyarakat setempat sebagai si layung ikan yang besar bila berada dalam air dan berwujud Mencek( RUSA) bila ada di darat dan Senopati AGOR yang Berwujud anjing yang saat ini diyakini pula hewan tersebut berkepala manusia dan tubuh seperti anjing, biasa dipanggil AUL.

Hari berganti hari Minggu Bulan dan Tahun telah berganti, penantian dewi rengganis tak kunjung tiba hingga ahirnya pada suatu hari dewi rengganis mendapat wangsit bahwa dirinya harus menyepi disebuah Situ agar dapat bisa bertemu dengan kekasihnya, yaitu disebuah batu yang saat ini dikenal oleh masyarakat setempat dengan Batu Cinta Sampai akhirnya alkisah Prabu kian santang kembali mencari dewi rengganis setelah pulang dari medan perang namun karma lamanya pencarian (saling teangan ) tersebut menjadi sebuah nama dari pada keberadaan situ tersebut yaitu situ patengan. Pucuk di cinta ulampun tiba akhirnya mereka bertemu di batu cinta dan memadu kasih di pulau asmara (SASAKA), rasa gembira sang dewi dicurahkan melalui tangisan yang akhirnya menjadi sebuah sungai rengganis aliran air yang masuk memenuhi situ, itulah sungai yang diyakini masyarakat setempat jelmaan aliran air mata dewi rengganis.dan SASAKA yang saat ini dikenal pulau asmara masih banyak menyimpan misteri yang tak terpecahkan mengingat didalam pulau tersebut bila Kawenehan suka terlihat sebuah bangunan mirip mesjid dan sampai saat ini suka dijadikan wisata jarah bagi orang yang meyakininya.

 

Sasana sekitar makam

dalam doa …. sayup-sayup terbawa angin …. suara ronggeng

bunga_3

 

Suasana sekitar makam

Makam yang tua itu …. seram …. setelah kejadian ini ….. menjadi bagus ….. 🙂

bunga_4

 

 

tiba” seorang rombongan kami melihat hal yang aneh …..

bunga_2

 

banyak tumbuh bunga bangkai …. puluhan …. bahkan ratusan

Rengganis_4-1

Rengganis_5

Rengganis_8

 

bunga_1

 

Karena takjubnya ….

pak haji berdoa … semoga bunga itu membawa keberuntungan buat kami …

 

Rengganis_10

Bunga Bangkai_Ziarah ke Dewi Rengganis_2
Wayang Kulit dan bayi