Candi Ngrimbi, Jombang

 

 

971606_10151857729118322_382365431_n

 

 

 

Candi Ngrimbi
terletak di Desa Pulosari, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang. Candi ini merupakan gerbang selatan dari Kerajaan Majapahit. Sampai saat ini Candi Ngrimbi masih berdiri kokoh meskipun ada beberapa bagian batu yang runtuh karena gempa dan adanya pohon beringin yang tumbuh didekat candi sehingga akar-akarnya merusak candi. Ini cerita versi juru kunci yang diberi mandat untuk mengurus candi tersebut. Beberapa bentuk batuan yang jatuh runtuh tampak pada foto-foto dengan “wisatawan” diatasnya.

 

971415_10151857756763322_655365646_n

Bangunan candi yang masih tegak berdiri berukuran panjang 13,24 meter, lebar 9,10 meter dan tinggi 12 meter. Konon di candi inilah jasad Ratu Tribuana Tunggadewi, ibunda Raja Hayam Wuruk dikremasi. Penasaran juga ingin melihat abu Ratu yang katanya ada di dalam candi, siapa tahu tempat penyimpan abunya berharga, dan “teman-temannya” penyimpan abu kan juga ada, tapi…bagaimana ya caranya mengangkat candi, mengambil tempat penyimpan abu dengan abu di dalamnya tapi kemudian dapat mengembalikan candi ke tempat semula tanpa merusaknya…?

 

bersama keponakan kami ……….. Tazaka (kaka) dan Roger (Fajar)

988704_10151857730313322_1664029287_n

 

1013298_10151857712473322_442205248_n_zps57466841

 

——————————————–

 

Candi Rimbi
Candi Rimbi terletak di kaki Gunung Anjasamoro, tepatnya di tepi jalan raya di sebelah tenggara Kecamatan Mojowarno, Jombang, Jawa Timur. Areal yang ditempati Candi Rimbi relatif sempit, dikelilingi oleh lahan pertanian penduduk. Reruntuhan bangunan candi ditemukan kembali pada akhir abad 19 oleh Alfred Wallace, dalam perjalanannya ke Wonosalam untuk mengumpulkan contoh-contoh tumbuhan.

Candi Rimbi merupakan candi Syiwa, terlihat dari relief yang berisi ajaran Tantri yang terpahat di kaki candi. Diduga candi ini dibangun pada pertengahan abad ke-14, sebagai penghormatan kepada Tribhuwana Tunggadewi Jayawisnuwardhani yang memerintah Majapahit pada tahun 1329-1350. Dugaan ini didasarkan pada ditemukannya dua buah arca Dewi Parwati, yang diperkirakan merupakan pencerminan Dewi Tribhuwana. Kedua arca tersebut saat ini tersimpan di Museum Trowulan dan Museum Nasional.

 

DSC02873_zps6511a526

Candi yang dibangun menghadap ke timur ini tampaknya belum pernah mengalami pemugaran. Seluruh bangunan terbuat dari batu andesit. Separuh lebih dari tubuh dan atap candi telah hancur, seolah teriris secara vertikal, namun bagian kaki masih dapat dikatakan utuh. Kaki candi tampak seperti bersusun dua, terbagi oleh pelipit yang menonjol keluar. Bagian kaki yang terletak di atas pelipit agak menjorok ke dalam sehingga ukurannya menjadi kebih kecil dibandingkan dengan kaki bagian bawah. Antara kaki bagian atas dengan tubuh candi juga dibatasi oleh pelipit dengan hiasan yang menonjol keluar di setiap sudutnya.

Tubuh candi juga lebih kecil dibandingkan dengan bagian kakinya, sehingga terlihat seperti terdapat selasar yang mengelilinginya. Akan tetapi saat ini, sebagaimana halnya sebagian atap dan tubuh candi, tangga naik ke selasar juga sudah runtuh, sehingga hanya selasar di sisi selatan yang dapat terlihat dari bawah.

Pada kaki bagian atas maupun dinding luar tubuh candi yang masih tersisa tidak tampak adanya pahatan. Akan tetapi, di seputar kaki candi bagian bawah dipenuhi oleh jajaran panel-panel relief cerita-cerita binatang. Relief yang dipahat dengan teknik datar (wayang style) yang sangat indah dan halus tersebut dapat dikatakan masih utuh. Untuk membacanya digunakan teknik prasawiya (berlawanan dengan arah jarum jam), dimulai dari sisi utara.

Di tepi halaman terdapat batu-batu reruntuhan candi yang disusun rapi memagari candi. Di sisi timur, tepat di depan candi berjajar 3 potongan arca yang menarik perhatian karena ukurannya yang sangat besar. Tinggi masing-masing potongan sekitar 125 cm. Yang terletak di tengah jajaran adalah potongan kepala arca raksasa, sedangkan di kiri dan kanannya terdapat potongan arca yang tampak seperti bagian dada sebatas leher.

——————–

1151039_10151857780373322_1909879402_n

 

3 potongan arca yang menarik perhatian karena ukurannya yang sangat besar. Tinggi masing-masing potongan sekitar 125 cm. Yang terletak di tengah jajaran adalah potongan kepala arca raksasa, sedangkan di kiri dan kanannya terdapat potongan arca yang tampak seperti bagian dada sebatas leher.

 

1002507_10151857714188322_164830984_n_zps48cfabf1

537220_10151857715618322_413231027_n_zpsbc2f7697

1009862_10151857713658322_1430743457_n_zps3a009398

 

 

 

Penelusuran ke Buyut Anewi
Makam Kramat Tajug, Tubagus Muhammad Atief