KRB di Bulan Purnama

Bersama teman” dan DImas aka pengQ….

di malam bulan purnama,
kami berziarah ke KRB….
ke Bunda Ratu galuh….

Menunggu giliran untuk mandi….
Sementara DImas dan teman lain mengamati ‘suasana’ yg sejuk
para putri-putri yang mandi….
di terangi cahaya bulan….
aku nggak tahu putri” ini dari rombongan mana…..

Aku berdzikir, sementara di depanku PAk NAdi…
Juru kunci KRB…..

dalam lantunan dzikir….
dilihatkanlah aku sebuah portal….

sebuah candi yang menyatu…
di tengahnya berupa kelopak bunga…..

 

ilus

singosari_3

 

 

——————————

 

Aku terhanyut ingin masuk ke dalam suasana yang asing…..
dengan dua pengawal keraton yang terlihat…
membawa tumbak…..

TIba” kesadaranku pulih…
oleh sebuah tepukan dan bentakan…
dari PengQ….

“SUdah mas, jangan diterusin…..
entar masuk nggak bisa balik lho” kata pengq

aku hentikan dzikirku….
aku ucapkan istigfar…

aku nggak tahu apa yang akan terjadi…
apabila DImas tidak mengingatkanku… 

 

Kami mendapatkan giliran untuk mandi di mata air….

dengan berbagai bunga…..
yang aku peroleh dengan kemudahan….
Bunga ini aku beli dengan diantar oleh seorang teman..
di PAsar Ciputat….

Pak Nadi mengguyur badan kami…
dan beliau menyiramku dengan bunga yang dia bawa
bunga yang langka…

Kemudian kami berdoa di makam Bunda…
dengan khusuk… disertai suara dzikir dari peziarah lain…

Sebuah daun kering, jatuh di kepalaku… 

 

🙂

Tamu
Ditolak bertamu_3

Add a Comment