Mangulosi dan Upa-upa

“Seorang Raja, bukan berarti dia mempunyai istana, tapi sifat raja… saling mengasihi, kasih sayang terhadap sesama, melindungi, mengayomi. itulah raja sesungguhnya,” (Bapak Siregar)

kami, menghadiri tradisi adat Batak untuk 40 hari bayi.

upa-upa_03_zps10b5ba51

 

Mangulosi dan Upa-upa

Mangulosi adalah acara pemberian kain tenun khas Batak yang diberi nama ulos. Kain ulos ini mempunyai makna pemberian perlindungan dari segala cuaca dan keadaan yang dipercayai oleh suku Batak. Tidak sembarang orang bisa mangulosi atau memberi ulos. Biasanya yang mangulosi disebut dengan hula-hula atau orang-orang yang dituakan dalam adat Batak. Ulos mempunyai corak dan motif yang juga mempunyai makna-makna yang unik.

Kain Ulos hanya mempunyai tiga warna dasar yaitu merah,putih dan hitam. Tiga warna ini juga menandakan siapa yang berhak memakainya. Untuk warna merah dipakai oleh pihak dongantubu atau keluarga semarga, putih untuk pihak boru atau pihak keluarga suami, dan hitam untuk hula-hula yaitu pihak keluarga wanita.

Hal yang unik lagi dari rangkaian upacara adat Batak adalah upa-upa. Upa-upa ini artinya pemberian doa. Upa-upa tidak hanya diacara pernikahan, bisa juga dalam acara selamatan. Dalam upa-upa disediakan makanan khas Batak yaitu ikan mas yang dimasak dengan bumbu khusus yang disebut arsik. Semua orang berkeliling dan menyentuh wadah makanan. Bagi yang tidak bisa menyentuh wadah makanan bisa menyentuh orang yang sudah menyentuh dan tidak boleh terputus. Makna dari acara ini adalah untuk memberikan doa bagi semua keluarga dan kerabat melalui simbol makanan tadi.

 

upa-upa_01_zps9591d804

 

Adat Batak acara upa-upa ini menggunakan ikan mas yang hidup diair yang jernih dan mempunyai anak yang banyak, mengandung makna agar pengantin menjadi keluarga yang bahagia dengan mempunyai keturunan yang banyak.

Upa-upa juga ada dalam acara selamatan atau syukuran, untuk memberikan selamat pada kelahiran anak atau ketika anak dewasa dan memperoleh pekerjaan juga dilakukan upa-upa. Ada juga acara upa-upa untuk mensyukuri ketika selamat dari kecelakaan. Upa-upa seperti itu disebut upa-upa tondi. Tujuannya untuk mengembalikan semangat agar tidak trauma saat mengingat terjadinya kecelakaan itu.

Upacara tradisi Batak ini kelihatan rumit tetapi sarat makna dan menimbulkan rasa keakraban yang muncul dari setiap ritualnya. Sehingga tak heran jika orang-orang Batak yang masih memegang adat akan selalu mengenal keluarga dan saling menghormati dan menyayangi satu dengan yang lainnya.

 

upa-upa_02_zpsafd27d32

Ritual malam 1 suro
Festival bedug dan Petasan, Serpong, 2013