Menyelusuri Kota Palembang_1

 

prabu1

 

 

Asal mula Nama kota Prabumulih

Di Sumatera Selatan provinsi kita bisa melihat sebuah kota yang kaya sebagai pusat pertambangan di Indonesia bagian barat. Tidak hanya penambangan kota ini menghasilkan beberapa barang seperti karet, nanas, dan kelapa sawit. Itulah Kota Prabumulih. Meskipun Kota Prabumulih adalah kota yang terkenal tetapi keturunan dari namanya masih misterius.

 

Di tengah selatan Provinsi Sumatera ada rill yang dinamakan dengan Kelekar. Kelekar adalah aliran air Sungai Musi. Di sungai bank terkandung sebuah desa kecil. Hal ini dinamai Lubuk berenai. Lubuk berenai telah dibangun oleh Puyang tegeri juriat puyang menghanguskan patih Keban Baru dan Pendiri talang Tulang babat dalam tujuh ratusan tahun yang lalu. Lubuk berenai telah dipimpin oleh Krio Budin Sususkan dan Puyang dayan duriat puyang tegeri sebagai Kepala Menyan di Lebih dari Dua ratusan tahun empat puluh lalu. Sebagai kepala desa bahwa ia memiliki empat ksatria. Mereka Mingun, Dayan Risek dan Jamik
Dalam sehari Krio Budin Sususkan telah memanggil empat ksatria. Dia mengatakan “empat saya ksatria berani. Aku memerintahkanmu untuk usaha di barat Lubuk berenai “. Setelah mendengar arah itu Dayan diminta untuk kepala mereka “mengapa kau memerintahkan kita untuk pergi ke sana?” Dan Mingun kata “tapi tempat yang tempat yang berbahaya karena ada binatang liar masih banyak di sana”. Setelah itu Krio Budin Sususkan berkata “Saya akan membuat sebuah negara dan negara yang akan menjadi kota yang makmur”. Kemudian Puyang dayan duriat puyang tegeri sebagai Kepala Menyan terganggu pernyataan Krio Budin Sususkan itu “Bagaimana Anda bisa mengubah lahan subur menjadi lahan produktif”. Krio Budin Sususkan menjawab “oleh Tuhan memberkati kita bisa membuatnya”. Akhirnya empat ksatria telah dilakukan ke arah ini untuk usaha di tanah yang misterius.
Kemudian mereka telah tiba ke tempat bertanya. Tempat yang berisi binatang liar dan cara yang misterius. Tempat ini disebut dengan Bulu Mike. Bulu Mike gundukan atau lahan tumbuh. Di sana mereka semua telah melakukan Sedekah rimbe atau hadiah untuk keturunan dewa. Mereka telah menggali sisi mike Bulu, dan kemudian mereka telah memasukkannya ke dalam kulak kayu. Setelah itu gundukan itu telah restraghtened. Kemudian Dayan telah berdoa kepada Tuhan untuk memberkati tanah ini. Setelah melakukan sedekah rimbe, para kulak kayu telah ditanam. Untuk beberapa hari tanah terkubur kulak kayu telah berkembang secara misterius. Melihat cara ini empat ksatria berteriak “Mehabung Ule Kite tanahnye” (Itu tanah tumbuh palmly, kita mendapatkan kemakmuran negeri ini!!).
Jadi empat kesatria telah membangun empat desa baru. Desa-desa telah mengambil sekitar dikuburkan kayu tumbuh kulak tanah. Ini adalah Kebur Bunggin, Anggun Dilaman, Kumpai Ulu dan Karang Lintang. Hal ini disebut dengan “Pehabung Ule atau Prabumulih” maka itu menjadi sebuah kota yang kaya sebagai pusat pertambangan di Indonesia bagian barat.

 

sumber: internet

 

prabu2

Menyelusuri Kota Palembang_2
Pameran Mobil (Gaikindo 2016)