Nadzaar / Janji ibu kami ….

Waktu itu aku masih tinggal di MAlang,
di sebuah kampung yang padat…..
Polehan, Blimbing….. 

Ada suatu fenomena….

Rumahku ini beberapa bulan terakhir
banyak bertamu binatang melata (ular)
hampir tiap hari mereka datang….
Sedangkan rumah lainnya, mereka tak berminat

Jadilah aku punya julukan baru,
Pembunuh ular…. bukan pembunuh pedang naga…. 

 

ilus

582073_10152172152543322_1337325145_n

 

Berbagai macam ular datang….
kadang mereka dengan tenangnya,
tidur di kasurku,
di bawah bantal adikku,
di lemari buku…..

Aku juga kurang mengerti ada apa dengan kejadian ini….

 

—————————————————————

 

Suatu waktu….
ketika kami satu keluarga sedang bercengkrama dihalaman…

tiba” lewatlah seekor ular
di bawah kakiku….

kebetulan kemarin, aku juga membunuh ular yang sejenis ini….
aku ambillah kayu
dan aku gebuk ular ini…..

matilah ular itu….
badannya remuk…
tiba” lewatlah seorang lelaki muda
yang aku tak mengenal beliau…

Beliau bilang, di rumah ini ada yg nadzaar….
janji atau khaul yang belum ditepati…..

 

Kami satu keluarga langsung membicarakan hal ini….

Usut punya usut
Ternyata, ibuku ingat akan sebuah janji….

beliau pernah berucap janji….
akan mengajak nyekar (ziarah) ke kampung halamannya….
di Sraten dan kaum Solotigo Jawa tengah…..

Bergegaslah kami di hari libur….
dengan angkutan kota ke arah kota kelahiran ibuku…..

Sampailah aku di sebuah desa….
yang asri, tenang,
desa sraten dan kaum di pinggiran danau yang mistis…
Rawa Pening

 

Bertamulah aku dengan sesepuh” desa
Udara sejuk, disambut suara bebek….

Ketemulah aku dengan seorang tetangga…..

Tetangga ini dikucilkan oleh warga kampung
Karena beliau menikah dengan adiknya sendiri (incest)
Subhanallah… naudzu billah min dzalik

mereka mempunyai tiga orang putra dan putri…
yang ketiganya penyandang cacat
idiot dll…. 

Singkat cerita….
pulanglah kami sekeluarga,
dengan episode…..

Tak ada tamu lagi (ular)
di rumah kami….. 

 

 

Berburu di Astek, Serpong
Keberatan Ilmu ....

Add a Comment