Pangeran Sanghyang

Makam ini terletak di Jl. Jatinegara Kaum Raya No.20B Kel. Jatinegara Kaum, Jakarta Timur sekitar 100 meter dari makam Pangeran Jayakarta, namun pengunjungnya tidak begitu banyak tidak seperti di makam Pangeran Jayakarta yang selalu penuh oleh pengunjung, baik yang ingin berziarah maupun sekedar melihat makam (kuburan) dari sosok yang selama ini dikenal sebagai tokoh yang selalu dihubung-hubungkan dengan nama kota Jakarta. Saya sangat tertarik membaca kisah heroik beliau ketika memimpin perlawanan terhadap tentara VOC.

 

Situs jakarta.go.id menyebutkan bahwa Pangeran Sanghyang (Raden Syarif bin Pangeran Senopati Ngalaga) adalah tokoh Islam keturunan Bangsawan Banten. Ia berjuang melawan Belanda bersama Pangeran Tubagus Badaruddin dan tokoh lain. Pangeran Sang Hyang dibuang oleh VOC ke Sri Lanka pada 1746 – 1750, sekira seabad setelah kedatangan Pangeran Sageri ke Jatinegara Kaum.

 

Jirat kubur Pangeran Sanghyang, dibalut kelambu berwara putih, diapit payung susun tiga yang mengembang. Karpet di depan kubur ini terlihat bersih. Bunga sedap malam diletakkan di atas kubur. Pada dinding kanan terdapat tengara pemugaran makam bertanggal 17 Agustus 2002 yang dibiayai keluarga KH Rd Moh Alibasyah dan putera-puterinya.

Di sebelah kanannya terdapat makam “Ibu Sri Ratu Pembayu”, dan di kiri bawahnya ada dua makam lagi. Paling kiri, dimana terdapat batang pohon mati, adalah makam Pangeran Tanzul Arifin. Di sebelahnya adalah Makam Pangeran Nasib. Setiap makam terlihat sangat rapi, dilapis keramik bermutu dengan panjang kijing sekitar 2,25 meter.

Pangeran Tanzul Arifin adalah putera Pangeran Sageri (Pangeran Sugiri, Pangeran Sogiri, atau Ash-Shogiri). Ia adalah cucu Sultan Ageng Tirtayasa (1651-1672), keturunan Syarif Hidayatullah. Pangeran Sageri datang ke Jatinegara Kaum pada 1640 bersama saudaranya yang bernama Pangeran Sake untuk membantu perjuangan Pangeran Jayakarta yang membangun kekuatan di daerah ini, setelah menyingkir dari daerah Pasar Ikan lantaran diserbu Belanda.

 

video

 

 

Belajar Sinematografi
Pangeran Jayakarta