Sebuah arti kepercayaan

Dalam suatu perjalanan…..

aku berada di Bis P13,
Pulogadung Blok M via Klender….

terasa sesak udara di dalam bus….
karena banyaknya penumpang….

tapi aku tak terjepit, di sela” penumpang…
(lagu Bis Kota versi surabaya….)

dengan tenang aku duduk di pinggir jendela…
memasuki tol cawang…..
di samping bus aku lihat pak kondektur bersiap”
menarik upeti…

aku raba saku belakangku….
ladalah… dompetku tak terbawa…. 
sifat sanguinku bertambah parah…. 

 

kucoba amati wajah di antara penumpang…

adakah yg kukenal…
berniat meminjam uang,
tapi tak satupun wajah…
akrab dengan diriku…..

dan …  pak kondektur tersebut … ada di depanku…

 

ilus

944133_10151750362003322_772191533_n

 

aku ucapkan Bismillah….
dengan berdiri aku bisikkan kata”
“Pak, maaf dompet saya tertinggal….
bolehkah saya bayar bila ketemu dengan bapak lagi…” kataku
dengan nada datar….

Alhamdulillah, diluar dugaan…
beliau membolehkan aku, tanpa rasa curiga…

Sungguh…. sebuah nilai kepercayaan…
yang jarang terjadi di kota ruwet seperti jakarta ini…

 

Beberapa waktu kemudian…
secara kebetulan kami berjumpa lagi…

di bis dan di rute yang sama….
aku bayar hutangku yang kemarin…
dobel termasuk ongkos hari itu….
dengan nada senyum…. dalam hati…

anehnya uangku dikembalikan
termasuk ongkosku hari itu….

jadilah aku menaiki bus kali ini…
hanya dengan modal senyuman…

modal kepercayaan….

rahasia kehidupan
yang belum terungkap… 

Fenomena yang bertubi-tubi
Berguru yang aneh_2

Add a Comment