Spirit Pewayangan

 

Mencoba meresapi dan menghayati ….

Arjuna adalah kakak Nakula. Arjuna berasal dari kata Her yang berarti air bening atau wening atau wingit atau ghaib. Dan Jun yang berarti tempat. Arjuna dapat simpulkan sebagai keadaan batin manusia yang telah dapat menjadi tenang, hening, dan bijaksana. Pada posisi ini manusia telah sadar akan hakekatnya sebagai makhuk hidup yang sempurna sehingga tindak tanduknya selalu disertai dengan pertimbangan-pertimbangan dan kebijaksanaan. Untuk mencapai tahap batin ini tidaklah mudah tidak seperti kita mencapai tahap Sadewa dan Nakula. Kita perlu perjuangan berat untuk bisa mencapai batin seorang Arjuna sehingga dalam pewayangan dikisahkan tentang perjalanan Arjuna antara lain beristri banyak (srikandi,sembadra,larasati, dan drestanala), Srikandi berguru manah (panah) hingga Begawan ciptaning (Arjuna menjadi Begawan). Selanjutnya marilah kita kupas satu persatu tentang kisah-kisah Arjuna yang tentunya ini mengandung tuntunan tersirat bagaimana agar kita bisa sampai pada posisi batin tahap Arjuna.

Istri-istri Arjuna sesungguhnya bukanlah berwujud sebagai individu melainkan mengandung makna sikap batin yang harus dicapai sorang manusia dalam tahap ini.

 

 

Secara garis besar konon kisah wayang Ramayana itu menunjukan bahwa manusia itu harus bergelut dengan dirinya sendiri terlebih dahulu sebelum mencapai pencerahan atau mendapatkan wahyu. Disini penggambaran itu di gambarkan sebagai berikut.

Rama digambarkan sebagai satria, sang diri atau pancer.

Shinta digambarkan sebagai wahyu atau pencerahan yang harus dicari atau dicapai.

Rahwana digambarkan sebagai sang nafsu merah yang mencuri perhatian dan waktu satria sehingga menjauhkan manusia dari pencapaian wahyu. Penuh dengan amarah dan nafsu memiliki yang membuat manusia menjauh dari pencapaian.

 

Rama

 

Sinta

 

 

Video

 

 

Kasada Bromo 2017
Proses Pembuatan Film Dokumenter Candi Kidal