Sultan Maulana Yusuf, Banten

Rehat sejenak di Kompleks
Maulana Yusuf

 

Syech Maulana Yusuf adalah anak sulung dari Sultan Maulana Hasanuddin hasil dari pernikahannya dengan Putri Demak Trenggono.

Setelah ayahnya mangkat, Maulana Yusuf di daulat untuk menjadi pengganti Sultan II Banten Darussalam. Pada masa Pemerintahannya pembangunan di titik beratkan pada pembangunan kota, keamanan wilayah, perdagangan dan pertanian. Pada masa itu Banten adalah wilayah perdagangan maritim yang sangat maju. Dengan majunya kota Surosowan, menjadikannya kota pelabuhan terbesar di Pulau Jawa. Ramainya kota baru ini membuat di berlakukannya sistem penataan dan penempatan penduduk berdasarkan keahlian dan asal daerah penduduk. Penataan ini selain bertujuan untuk kerapian dan keserasian kota juga untuk kepentingan keamanan, sekaligus upaya penyebaran penduduk untuk memperluas kota. Pada tahun 1579 M Sultan Maulana Yusuf berhasil merebut Pakuan, ibukota Kerajaan Pajajaran dan menguasai seluruh bekas Kerajaan Pajajaran.

Sultan Maulana Yusuf wafat pada tahun 1580 M dan dimakamkan di Pakalangan Gede dekat kampung Kasunyatan sekarang, bergelar Pangeran Panembahan Pakalangan Gede atau Pangeran Pasarean.

 

Mengamati Koleksi Golok

 

Makam Maulana Yusuf

 

 

 

KH. Asnawi
Sultan Hasanudin Banten