Sunan Bungkul_1

 

 

Ziarah ke Sunan Bungkul … Nama asli beliau Ki Ageng Supo atau Empu Supo.

 

Gerbang Depan Makam Sunan Bungkul

SunanBungkul_01

 

Gerbang kedua

SunanBungkul_02

 

Berdoa di makam …….

SunanBungkul_03

 

SunanBungkul_07

 

 

SunanBungkul_08

 

Sunan Bungkul

Sunan Bungkul mempunyai nama asli Ki Ageng Supo atau Empu Supo. Beliau sebenarnya adalah keturunan Ki Ageng dari Majapahit yang berkediaman di Bungkul Surabaya. Sunan Bungkul dikenal sebagai tokoh masyarakat dan penyebar agama Islam pada masa akhir kejayaan Kerajaan Majapahit di abad XV di tanah Jawa.

Sumbangsih Sunan Bungkul dalam penyebaran Islam di tanah Jawa tak bisa diabaikan begitu saja. Ki Supo atau Sunan Bungkul juga membantu Sunan Ampel dalam menyebarkan agama Islam di tanah Jawa.

Sunan Bungkul adalah mertua dari Raden Paku atau yang lebih dikenal dengan nama Sunan Giri.

Mbah Bungkul bernama Ki Ageng Supa. Sewaktu masuk Islam, berganti menjadi Ki Ageng Mahmuddin. Ia diperkirakan hidup di masa Sunan Ampel pada 1400-1481. Supa mempunyai puteri bernama Dewi Wardah. Makam beliau berada tepat di belakang Taman Bungkul Surabaya.

Ada suatu cerita menarik tentang Ki Supa. Ki Supo ingin menikahkan puterinya. Namun ia belum mendapatkan sosok lelaki yang sesuai. Lalu Supa membuat sayembara, siapapun laki-laki yang dapat memetik delima yang tumbuh di kebunnya akan saya jodohkan dengan putriku Dewi Wardah.

Sudah banyak orang yang mencoba mengikuti sayembara itu, namun belum ada yang berhasil memetik buah delima yang dimaksud. Bahkan sebagian dari mereka ketika memanjat berusaha untuk mengambil buah delima mereka jatuh dan berakhir dengan kematian.

Pada suatu hari Raden Paku berjalan melewati pekarangan Ki Ageng Supo dimana terdapat pohon delima itu, sesampai di bawah pohon delima tiba-tiba pohon delima itu jatuh. Kemudian Raden Paku menyerahkan buah Delima tersebut kepada Sunan Ampel

Sunan Ampel berkata kepad Raden Paku “Berbahagialah engkau, karena sebentar lagi engkau akan diambil menantu oleh Ki Ageng Supo. Engkau akan dijodohkan dengan putri beliau yang bernama Dewi Wardah”

“Kanjeng Sunan, saya tidak mengerti apa maksud Kanjeng Sunan, bukankah sebentar lagi saya akan menikah dengan putri kanjeng Sunan”

“Agaknya ini sudah menjadi suratan takdir bahwa engkau akan mempunyai dua orang istri, putriku Dewi Murtosiah dan putri Ki Ageng Supo, Dewi Wardah”

Kemudian Sunan Ampel menceritakan perihal sayembara yang telah dibuat Ki Ageng Supo. Raden Paku mengangguk-angguk mendengar cerita Sunan Ampel.

Ada cerita dengan versi lain. Bahwa Ki Ageng Supo sengaja memetik buah Delima dan menghanyutkan ke sungai.

Delima itu dihanyutkan ke Sungai Kalimas yang mengalir ke utara. Alur air sungai ini bercabang di Ngemplak menjadi dua. Percabangan sebelah kiri menuju Ujung dan sebelah kanan menuju kali Pegirikan. Buah delima itu terapung dan hanyut ke kanan. Suatu pagi seorang santri Sunan Ampel yang mandi di Pegirikan Desa Ngampeldenta, menemukan delima itu.

Sang santri (Raden Paku) pun menyerahkannya ke Sunan Ampel. Oleh Sunan Ampel delima itu disimpan. Besoknya, Supa menelusuri bantaran Kalimas. Sesampainya di pinggiran, ia melihat banyak santri mandi di sungai. Supa, yakin disinilah delima itu ditemukan oleh salah satu diantara pasa santri tersebut. Apakah ada yang menemukan delima, tanya Supa setelah bertemu Sunan Ampel. Raden Paku, murid Sunan Ampel dipanggil dan mengaku. Singkat cerita Raden Paku dinikahkan dengan anak Ki Ageng Supa, Dewi Wardah.

Ki Ageng Supo akhirnya memperoleh mantu seorang santri dari Ampeldenta yakni Raden Paku. Sedangkan Raden Paku pada akhirnya menikahi dua orang putri Dewi Murtosiah, putri Sunan Ampel dan Dewi Wardah putri Ki Ageng Supo. Mereka hidup berbahagia selamanya.

CMIIW

sumber:
http://al-ridwan1.blogspot.com/2009/…n-bungkul.html

 

 

——————–

 

Sejarah Perlawanan terhadap penjajah

SunanBungkul_09

 

SunanBungkul_10

 

Kyai Edor atau Mbah Edor – Bungkul – Surabaya
(beliau masih keturunan sayyid badruddin bin ali akbar bin sulaiman basyaiban)

Jika kita berziarah kemakam sayyid iskandar bin ali akbar bin sulaiman , maka kita harus menanyakan kejuru kunci letak makam mbah edor ini. kenapa begitu ? ya karena sosok kyai satu ini sangat dekat dimasa hidupnya dengan sayyid iskandar bin ali akbar. ya benar ! mereka berdua memang berjuang menghadapi belanda bersama-sama dibumi nusantara ini, tepatnya dikota Surabaya .

Banyak yang tak tahu siapa nama asli mbah edor ini. sejak dulu Cuma sebutan itu yang ada. yang saya tahu berdasarkan informasi yang sangat bisa dipercaya adalah, beliau ini masih keturunan sayyid badruddin bin ali akbar. atau bisa jadi beliau adalah salah satu putra atau cucu dari sayyid badruddin bin ali akbar .

Kenapa nama aslinya seakan sirna berganti dengan nama panggilan beliau yaitu mbah edor ? . itu dikarenakantubuh beliau sangat gemuk sekali dan jika berjalan seakan perutnya itu bergoyang krn kebanyakan lemak , yg kata orang jawa kuno mengatakan : edar – edor … edar – edor … hehehe … yah begitu lah istilah jawanya . beliau ini tak bisa dipisahkan kisahnya dengan saudara dekatnya , sayyid iskandar .

Dalam hal membantu perjuangan sayyid iskandar, mbah edor ini tergolong unik . dengan cara berjualan kue keliling. kue yg dia jual adalah kue khas Surabaya yg ukurannya super besar namanya kue kucur. bahkan besarnya kue itu sangat tidak umum. namun kue itu tidak gratis jika yg beli itu adalah para tentara belanda atau para antek2-nya yg pribumi. namun jika yg beli adalah penduduk pribumi yg miskin, maka di kasih gratis. ada hal yang unik lagi , yaitu kue yang diberikan pada para pejuang pengikut sayyid iskandar akan terdapat pistol didalamnya. pistol itu hasil rampasan dari tentara belanda yg apabila dia memergoki para tentara belanda yg berbuat sewenang2 pada rakyat kecil. maka dari itulah, dia sengaja pembuatan kue-nya diperbesar agar bisa dimasuki pistol .

Meski beliau itu terkenal dengan penjualan kue-nya , tapi beliau sangat sakti dan kuat. tak salah jika sayyid iskandar bin ali akbar yg sakti itu memberi kepercayaan penuh terhadap dirinya .

Atas kepiawaiannya, banyak tentara belanda yg beliau bunuh. meski para tentara itu bersenjatakan lengkap , seakan tak berpengaruh terhadap tubuh mbah edor ini. banyak tembakan yg diarahkan ketubuh beliau. banyak pisau atau bayonet yg mereka tancapkan ketubuh beliau, namun sedikitpun tak bisa melukai atau menggores kulitnya. itulah kesaktian sayyid yang satu ini . jika para tentara sudah terlalu capek ingin membunuh beliau dan tak pernah berhasil , maka giliran beliau yang mengobrak abrik tempat markas mereka . banyal yg mati dan lari jika sudah kyai edor ini yang datang. jika para tentara berlarian dan meninggalkan senjata2-nya, maka beliau mengambil dan mengumpulkan senjata2 itu. jika dirasa sudah cukup , maka dibawa pulang . satu persatu senjata itu (konon yg sering diambil adalah pistol dan granat ) dimasukkan kedalam kue kucur. jadi jika dilihat dari luar , kue itu ya terlihat kue . namun jika disobek atau dibuka maka terdapat satu buah pistol atau granat . nah , kue yang berisi senjata itulah yg beliau khususkan untuk para pejuang pengikut sayyid iskandar bin ali akbar .

Perjuangan beliau dengan sayyid iskandar bin ali akbar melawan penjajahan belanda tak pernah lelah . hingga membuat pusing dan takut para tentara penjajah. menghadapi satu orang seperti sayyid iskandar saja sudah angkat tangan, apalagi sekarang ditambah dengan sayyid satu ini , yaitu kyai edor . segala tak-tik dan rencana selalu gagal total jika menghadapi beliau berdua . konon, sejak wafatnya sayyid iskandar bin ali akbar (baca artikel-ku yg berjudul sayyid iskandar bin ali akba ), beliau dengan setia menunggu dan menjaga makam beliau . karena beliau pikir , tak ada lagi teman seperjuangan dan saudara dekat yg sesakti dan secerdas sayyid iskandar kala itu. maka, volume perjuangan kyai edor ini agak berkurang tidak seperti dulu lagi . beliau tetap meneruskan penjualan kue-kuenya yg berisikan senjata tersebut . dan tak lama setelah wafatnya saudara dekatnya, sayyid iskandar, beliaupun wafat dan dimakamkan didekat makam kembar sayyid iskandar .

Tentang wafatnya beliau, ada kisah menarik yg patut kita contoh. yaitu menjelang hari wafat beliau, seperti biasanya beliau mencuci bahan pembuatan kue disumur dekat makam sunan bungkul. disaat mencuci bahan2 itu, tiba2, bahan2 adonan kue tersebut berubah menjadi emas murni dan jamrut hijau yg menawan. coba bayangkan jika kita ini mengalami hal seperti itu ? apalagi kita dalam keadaan serba kekurangan ekonomi ? bukan tak mungkin akan membuat kita senang atas emas dan jamrut tadi . lain halnya dengan kyai edor ini, beliau langsung menangis tersedu-sedu dihadapan harta2 tadi , sambil mengatakan :

“ Ya allah , sungguh … bukan untuk ini saya mau hidup . bukan ini yang saya cari . saya hanya ingin pengampunan dan ridho-MU saja . biarlah saya hidup serba miskin asal Engkau ridho “

kalimat itulah yg beliau ucapkan berulang-ulang sambil menangis. akhirnya emas dan jamrut tadi berubah menjadi bentuk asalnya, yaitu berupa adonan kue. nah, tak lama dari peristiwa itulah beliau wafat dengan husnul khotimah.namun sayang beliau tidak mempunyai keturunan. bahkan ada yang berkisah bahwa beliau selama hidupnya masih belum menikah. yak arena disibukkan dengan berjuang melawan penjajah . wallahu a’lam bis-showab .

semoga kisah dari para sesepuh basyaiban dan adzamatkhan ini bisa kita ambil manfaatnya sehingga membawa hikmah buat kita semuanya . amin

penulis : abi elkhoir basyaiban

CMIIW

Sumber:
http://ndresmo.blogspot.com/2010/02/…r-bungkul.html

Sunan Bungkul_2
Sunan Drajat