SUnan Giri, Gresik

 

sUNANGiri_01_zps284cde52

 

sUNANGiri_07_zps45d9a395

 

sUNANGiri_05_zpsa7d0d654

 

Doa di dalam makam

sUNANGiri_04_zpsa567a06b

 

keluarga besar kami ….

sUNANGiri_06_zpsa0695903

Video Ziarah Sunan Giri

 

 

————–

 

Asal Usul Sunan Giri

Sunan Giri adalah putra syekh maulana ishaq, seorang ulama dari gujarat yang menetap di pasai, yang kini bernama aceh. Ibunya bernama dewi sekardadu, putri raja hindu blambangan, jawa timur, yang bernama prabu menak sembuyu. Kisah sunan giri bermula ketika maulana ishaq tertarik untuk mengunjungi jawa timur karena ingin menyebarkan agama islam. setelah bertemu dengan sunan ampel yang masih sepupunya, maka ia disarankan berdakwah di daerah blambangan, sebelah selatan banyuwangi, jawa timur. Ketika itu, masyarakat blambangan sedang tertimpa wabah penyakit. Bahkan putri raja blambangan, dewi sekardadu, ikut terjangkit. Semua tabib tersohor tidak berhasil mengobatinya.

Asal usul sunan giri – Akhirnya, sang raja mengumumkan sebuah sayembara. “Barang siapa yang berhasil mengobati sang dewi, jika seorang laki-laki maka ia akan dijodohkan dengannya. Jika perempuan maka ia akan dijadikan saudara angkat sang dewi” katanya

Tadi, tidak ada seorang pun yang sanggup memenangkan sayembara itu. di tengah keputusasaan, sang prabu mengutus bajul sengara mencari pertapa sakti. Dalam pencarian itu, sang patih sempat bertemu dengan seorang pertapa sakti yang bernama resi kandayana. Dan, resi inilah yang memberi informasi tentang syekh maulana ishaq. Rupanya, maulana ishaq mau mengobati dewi sekardadu, jika prabu menak sembuyu dan keluarganya bersedia masuk islam.

Setelah dewi sekardadu sembuh, syarat maulana ishaq pun dipenuhi. Seluruh keluarga raja memeluk agama islam. Setelah itu dewi, sekardadu dinikahkan dengan maulana ishaq. Sayangnya, prabu menak sembuyu tidak menjadi seorang muslim dengan sepenuh hati. ia malah iri menyaksikan maulana ishaq berhasil meng Islam kan sebagian besar rakyatnya. Lalu ia berusaha menghalangi syiar islam, bahkan mengutus orang kepercayaannya untuk membunuh maulana ishaq.

Pada akhirnya, maulana ishaq meninggalkan blambangan dan kembali ke pasai, aceh, karena merasa jiwanya terganggu. Sebelum berangkat ia hanya berpesan kepada dewi sekardadu yang sedang mengandung tujuh bulan agar anaknya diberi nama raden paku. Setelah bayi laki-laki itu lahir, prabu menak sembuyu melampiskan kebenciannya kepada anak maulana ishaq dengan membuatnya ke lau dalam sebuah peti.

Menurut buku kisah teladan wali songo, peti tersebut ditemukan oleh awak kapal dagang dari gresik yang sedan menuju pulau bali. Bayi tersebut kemudian diserahkan kepada nyai ageng pinatih, pemiliki kapal tersebut. Maka, bayi yang kelak dikenal sebagia Sunan giri dijadikan anak angkat nyai ageng pinatih, seorang saudagar kaya raya, dari gresik.

Sejak saat itu, bayi laki laki yang kemudian dinamai Joko Samudro itu diasuh dan dibesarkan oleh Nyi Ageng pinatih. Joko samudro yang menginjak usia tujuh tahun dititipkan di padepokan Sunan Ampel di surabaya untuk belajar agama islam. Lalu, anak itu diberi gelar oleh Sunan Ampel dengan sebutan “Maulana ainul yaqin” karena kecerdasannya.

Setelah bertahun tahun belajar agama di padepokan, joko samudro dan putra sunan ampel, raden maulana makhdum ibrahim (sunan bonang), diutus sunan ampel untuk menimba ilmu di makka. Tapi, mereka harus singgah terlebih dahulu untuk menemui syekh maulana ishaq, yang sesungguhnya ayah dari joko samudro atau raden paku.

Ternyata, Sunan Ampel ingin mempertemukan raden paku dengan ayah kandungnya. Akhirnya, ayah dan anak itu pun bertemu. Setelah belajar selama tujuh tahun di pasai kepada syekh maulana ishaq, mereka kembali ke jawa. Pada saat itulah, maulana ishaq membekali raden paku dengan segenggam tanah, lalu memintanya mendirikan pesantren di sebuah tempat yang warna dan bau tanahanya sama dengan yang diberikannya.  Itulah sepenggal kisah asal usul sunan giri, semoga dapat menambah wawasan kamu mengenai asal usul para anggota wali songo.

———————

 

Cerita Sunan Giri Belajar Berdagang

Meskipun raden paku menyadari bahwa dirinya bukan anak kandung nyai ageng pinatih, namun ia tetap ingin berbakti kepada wanita yang telah mengasuh dan membesarkannya. Karena itu, sepulang dari negeri pasai, aceh, ia membantu ibunya untuk berdagang. Barang dagangannya di bawah ke negeri banjar, kalimantan. Nyai ageng pinatih adalah seorang penguasa yang kaya rasa di kota gresik. Karena itu, jika hendak berlayar maka ia menyiapkan tiga sampai empat kapal yang dipenuhi dengan banyak dagangan.

Cerita sunan giri, Sebelum berangkat, nyai ageng pinatih berpesan kepada raden paku, “Cobalah kamu belajar berdagang di negeri seberang. Mintalah nasihat kepada paman Abu Hurairah agar engkau mengerti seluk beluk menjadi pedagang”

Raden paku pun memenuhi nasihat ibunya. Ia menemui abu hurairah untuk menyatakan diri ikut berdagang ke Banjar. Abu Huraiha merupakan orang kepercayaan Nyai Ageng pinatih. Ia adalah orang pertama yang diangkat untuk bertanggung jawab atas barang dagangan. Karena itu, para pegawai nyai ageng pinatih menyebutnya sebagai nahkoda utama. Dan keinginan raden paku disambut baik olehnya.

Kisah Sunan Giri – Pada hari yang ditentukan, kapal-kapal nyai ageng pinatih yang telah dipenuhi barang dagangan siap berangkat ke banjar. dengan bersemangat, raden paku melompat ke kapal. Setelah semua awak kapal naik, layar pun segera dibuka. Dengan perlahan-lahan, kapal-halap miliki nyai ageng pinatih itu meninggalkan gresik. Dan, semakin ke tengah samudra angin semakin kencang, sehingga mendorong kapal ke utara.

Setelah sepekan di tengah laut, akhirnya, kapal-hapal itu merapat ke pelabuhan banjar, kalimantan. Selanjutnya abu hurairah mengajari raden paku tentang cara berdagang. Bahkan, sejak itu, semua uang hasil penjualan dipercayakan kepada raden paku untuk memegangnya.

“Nanti, kalau barang dagangannya sudah laku semua, kita perlu membeli barang-barang di sini untuk dijual di jawa. Itulah cara yang selama ini saya lakukan, sehingga kita pulang dan pergi tetap membawa hasil. Lagi pula, kapal yang ada muatannya tidak mudah oleng oleh angin dan badai, raden,” kata abu hurairah.

Raden paku pun mengatakan “baiklah” sambil manggut manggut

Raden paku sangat piawai dalam berdagang. Maklum, ilmu dagang yang didapatkan dari negeri pasai sangat diterapkannya. Ia menawarkan barangnya dengan cara yang jujur seperti yang pernah dilakukan oleh Rasulullah ketika membawa dagangan milik khadijah. Tak heran jika banyak orang merasa senang mengambil barang darinya. Dan, hal itu diketahui oleh Abu Hurairah. Nakhoda utama itu merasa terpukau menyaksikana sikap raden paku yang sangat simpati dalam menjual barang.

Cerita sunan giri menyedekahkan sebagian hasil dagangan

Dalam waktu yang tidak begitu lama, barang dagangan Nyai Ageng Pinatih pun habis sama sekali. Raden paku tidak segera membelikan barang-barang yang merupakan hasil kekayaan kalimantan, melainkan ia menghitung labanya terlebih dahulu. Setelah diketahui laba dari penjualan itu, kemudian raden paku membagikan sebagian hasilnya kepada fakir miskin di daerah banjar. hal itu sempat membuat cemas abu hurairah.

Abu hurairah pun menegur. “Raden, mengapa hasil penjualan barang dibagikan kepada mereka?”

“Jawangn khawatir, aku hanya membagikan sebagian labanya, aku masih menahan modalnya.” kata raden paku

“Bukanlah nyai ageng pinatih berpesan agar kita membeli barang-barang, seperti intan, emas, kain sutra, dan rotan, untuk dijual di jawa?” tanya Abu Hurairah.

“Lupakan itu,” ujar raden paku dengan tenang, “di banjar aku melihat banyak fakir miskin yang membutuhkan bantuan. Apa salahnya jika bershadaqah kepada mereka. Bukankah ibu sudah mendapatkan keuntungan dari mereka?”

Pikiran Abu Hurairah semakin panik. Ia membayangkan pasti Nyai Ageng Pinatih akan memarahinya ketika ia tahu kalau dirinya tidak membawa dagangan dari kalimantan.

“Jika kapal kita pulang dalam keadaan kosong, maka kapal akan mudah oleh kalau ada angin kencang, raden” bujuk abu hurairah/

“Perintahkan anak buahmu untuk mengisi karung karung itu dengan pasir saja biar kapalnya tidak oleng” jawab raden paku yang membuat abu hurairah ssemakin tidak mengerti

Kapal Nyai Ageng pinatih bertolak dari Banjar untuk kembali ke pulau jawa. Ketika mereka sampai di gresik, hal yang dikhawatirkan nakhoda utama itu terbukti. Nyai ageng pinatih sangat marah. Semua awak kapal, termasuk abu hurairah terkena kemarannya. Terlebih lebih lagi, raden paku yang dianggap memiliki ide gla itu.

 

“Sebaiknya, ibu tidak perlu marah. Periksalah ke kapal” kata raden paku datar
“Apa yang perlu diperiksa? Ayo, turunkan seluruh karung itu dan buang ke laut”
“Sabarlah , ibu ajaklah paman Abu hurairah untuk melihatnya terlebih dahulu agar ibu tidak marah-marah terus”

Akhirnya, nyai ageng pinatih berangkat menuju pelabuhan dan memeriksa muatan kapalnya. Dengan disertai kemarahan, wanita itu membuka karung. Betapa tebelalak matanya ketika melihat karung ibu bukan berisi pasir melainkan intan dan emas. Untuk meyakinkan kebenaran itu, ia memerintahkan para awak kapal untuk emeriksa seluruh isi karung. Ternyata, semuanya berisi berbagai barang berharga yang jika dijual akan mendatangkan keuntungan yang luar biasa.

Itulah pembahasan mengenai cerita sunan giri yang belajar berdagang hingga ke kalimantan. Beliau tidak takut rugi untuk menyedahkan uang dari keuntungan dalam berdagang juga berdagang dengan cara yang jujur. semoga kita dapat meneladaninya. Aamiin

 

 

————————–

 

Pernikahan sunan giri

Beberapa tahun kemudian, raden paku menikah. Bukan menikah seperti yang dilakukan orang kebanyakan, pernikahan raden paku atau sunan giri tergolong unik. karena beliau menikahi dua wanita sekaligus dalam sehari. Siapakah dua perempuan itu?  mereka adalah dewi murtasiyah yang merupakan putri dari sunan ampel, dan Dewi Wardah yang merupakan putri sunan bungul. Sunan bungul adalah bangsawan majapahit yang masuk islam dan menetap di surabaya.

Sunan ampel merasa tertarik dengan kepribadian dan kecerdasan muridnya yang lluar biasa bernama raden paku. Karena itu, beliu hendak menjodohnya putrinya yang bernama dewi murtasiyah. Kebetulan pula raden paku dan dewi murtasiyah telah saling jatuh cinta, maka sunan ampul mulai merencanakan pernikahan mereka berdua. Namun, sebeleum perniakah anatara raden paku dengan dewi murtasiyah dilaksanakan, terjadi suatu peristiwa yang sangat mengejutkan.

Asal mula mengapa raden patah menikahi dua wanita

Suatu hari raden paku lewat depan rumah seorang bangsawan yang bernama ki ageng bungkul. Di depan rumah bangsawan tersebut terdapat pohon delima, apabila buahnya menimpa orang yang lewat di bawahnya, maka orang tersebut akan meninggal dunia. Namun ketika raden paku tertipa buah delima itu, tidak terjadi apa apa padanya. Ia hanya menengok saja dan memungut buah delima tersebut.

Ki ageng bungkul yang menyaksikan kejadian itu, dirinya merasa kaget. Ia telah bernadzar jika ada orang ketika melewati rumahnya tertimpa buah delima dan selamat (tidak meninggal dunia), maka orang tersebut akan dijodohkan dengan putrinya yang bernama dewi wardah.

Ki ageng bungkul berkata, “Hai pemuda, aku akan menjadikanmu menantu. Sebabm hanya engkaulah yang selamat ketika tertimpa buah delima”

Raden paku merasa kaget dan bingung mendengar ucapan Ki Ageng Bungkul. Sebab, ia akan melangsungkan pernikahan dengan putri sunan ampel, dewi murtasiyah, pada hari itu. Kemudian, ia menceritakan kejadian itu kepada sunan ampel. Calon mertuanya menjawab, “terima saja karena hal itu sudah menjadi suratan takdir”. Lalu ia berkata lagi, “pohon itu sudah lama hendak ditebang, tetapi selalu gagal. Padahal, banyak orang sudah menjadi korban.”

Raden Paku kaget dan terperangah mendengar cerita yang dikatkan sunan ampel. Ia pun menjawab, “bukankah saya akan menikah dengan putri kanjeng sunan?”. Kemudian sunan ampel menjawab, “tidak apa apa jika sehari dua kali. sebab, kejadian yang kamu alami bukan kehendakmu sendiri. Itu sudah menjadi takdir Gusti Allah”

Akhirnya, terjadilah perkawinan dua kali dalam sehari antara raden paku atau sunan giri dengan Dewi Wardah dan Dewi Murtasiyah.

Jadi bisa disimpulkan bahwa sunan giri menikahi dua wanita bukan karena nafsu atau keinginan duniawinya, tapi karene sudah menjadi kehendak Allah SWT, melalui kejadian yang tidak terduga.

Sunan Maulana Malik Ibrahim, Gresik, Jawa Timur
Ziarah Ke Kyai Asyari, Keras (kakek uyut Gusdur)