Ziarah ke Sunan Ampel

 

Ziarah ke Sunan Ampel

No Photography

Sampel_05_zps5ce03145

 

Di antara para peziarah ….

Malam Jum’at legi

Sampel_03_zps5911f2ef

 

Sampel_04_zpse442a64a

 

 

Kami …..

Sampel_01_zps3cddab4f

Sampel_02_zps18c0bca1

 

Perjalanan Kami……

Dari Jakarta, kemudian ke Demak, dan menuju Kendal …

Kami ada amanah khusus dari Jakarta ….

dan rencana kami menuju Sunan Kudus & Sunan Muria ….

namun sampai Semarang, Mangkang …
kami terjebak macet dan hujan deras …….
baju kami basah kuyup …..
dengan fisik yang semakin menurun ….
akhirnya … kami meluncur langsung ke Jombang….
ke tempat kelurga kami, dhiwek,
dan makam para wali Jawa Timur ,,,,, kakek uyut Gusdur, dan makam Gus Dur ….. kami kunjungi

Perjalanan ke Makam Para Wali kami akhiri ……
salam dan doa dari kami ….

 

buat semuanya

 

 

————————–

 

KISAH SUNAN AMPEL (Raden Rahmat)

Segala puji bagi Allah, Tuhan sekelian alam. Selawat serta salam buat junjungan mulia Nabi Muhammad S.A.W. keluarga serta para sahabat dan pengikut yang istiqamah menuruti baginda hingga ke hari kiamat.
Sunan Ampel merupakan salah seorang anggota Walisanga yang sangat besar jasanya dalam perkembangan Islam di Pulau Jawa. Sunan Ampel adalah bapak para wali.Dari tangannya lahir para pendakwah Islam kelas satu di bumi tanah jawa. dan diperkirakan lahir pada tahun 1401 di Champa. Para ahli kesulitan untuk menentukan Champa disini, sebab belum ada pernyataan tertulis maupun prasasti yang menunjukkan Champa di Malaka atau kerajaan Jawa. Saifuddin Zuhri (1979) berkeyakinan bahwa Champa adalah sebutan lain dari Jeumpa dalam bahasa Aceh, oleh karena itu Champa berada dalam wilayah kerejaan Aceh. Hamka (1981) berpendapat sama, kalau benar bahwa Champa itu bukan yang di Annam Indo Cina, sesuai Enscyclopaedia Van Nederlandsch Indie, tetapi di Aceh.

 

Nama asli Sunan Ampel adalah Raden Rahmat. Sedangkan sebutan sunan merupakan gelar kewaliannya, dan nama Ampel atau Ampel Denta itu dinisbatkan kepada tempat tinggalnya, sebuah tempat dekat Surabaya. Ayah Sunan Ampel atau Raden Rahmat bernama Maulana Malik Ibrahim atau Maulana Maghribi, yang kemudian dikenal dengan sebutan Sunan Gresik. Ibunya bernama Dewi Chandrawulan, saudara kandung Putri Dwarawati Murdiningrum, ibu Raden Fatah, istri raja Majapahit Prabu Brawijaya V. Istri Sunan Ampel ada dua yaitu: Dewi Karimah dan Dewi Chandrawati. Dengan istri pertamanya, Dewi Karimah, dikaruniai dua orang anak yaitu: Dewi Murtasih yang menjadi istri Raden Fatah (sultan pertama kerajaan Islam Demak Bintoro) dan Dewi Murtasimah yang menjadi permaisuri Raden Paku atau Sunan Giri. Dengan Istri keduanya, Dewi Chandrawati, Sunan Ampel memperoleh lima orang anak, yaitu: Siti Syare’at, Siti Mutmainah, Siti Sofiah, Raden Maulana Makdum, Ibrahim atau Sunan Bonang, serta Syarifuddin atau Raden Kosim yang kemudian dikenal dengan sebutan Sunan Drajat atau kadang-kadang disebut Sunan Sedayu.
Beberapa versi menyatakan bahwa Sunan Ampel masuk ke pulau Jawa pada tahun 1443 M bersama Sayid Ali Murtadho, sang adik. Tahun 1440, sebelum ke Jawa, mereka singgah dulu di Palembang. Setelah tiga tahun di Palembang, kemudian ia melabuh ke daerah Gresik. Dilanjutkan pergi ke Majapahit menemui bibinya, seorang putri dari Campa, bernama Dwarawati, yang dipersunting salah seorang raja Majapahit beragama Hindu bergelar Prabu Sri Kertawijaya. Ketika Kesultanan Demak (25 kilometer arah selatan kota Kudus) hendak didirikan, Sunan Ampel turut membidani lahirnya kerajaan Islam pertama di Jawa itu. Ia pula yang menunjuk muridnya Raden Patah, putra dari Prabu Brawijaya V raja Majapahit, untuk menjadi Sultan Demak tahun 1475 M.
Sunan Ampel dikenal sebagai orang yang berilmu tinggi dan alim, sangat terpelajar dan mendapat pendidikan yang mendalam tentang agama Islam. Sunan Ampel juga dikenal mempunyai akhlak yang mulia, suka menolong dan mempunyai keprihatinan sosial yang tinggi terhadap masalah-masalah sosial. Benar pepatah mengatakan hewan mati meninggalkan bangkainya, sedangkan manusia meninggalkan nama dan akhlaknya, karena akhlak yang luhur serta kesabaran yang kuat nama Raden Rachmat atau lebih dikenal dengan sebutan Sunan Ampel sampai saat ini terus dikenang bahkan dijadikan suri tauladan bagi umat islam jawa khususnya.

Ziarah Ke Syekh Asnawi, Caringin, Banten
Ziarah Ke Sunan Giri, Gresik, Jawa Timur