Ziarah ke Sunan Maulana Malik Ibrahim, Gresik

Salah satu Wali Songo periode pertama yaitu Syekh Maulana Malik Ibrahim sering kali disebut-sebut memiliki karomah dalam menurunkan hujan saat musim kemarau yang berkepanjangan.

Kisahnya saat Syekh Maulana Malik Ibrahim atau juga sering disebut sebagai Sunan Gresik ini mengembara dan bertemu dengan sekelompok orang yang tengah mengadakan upacara pengorbanan seorang gadis di atas bukit untuk meminta hujan.

Sunan Maulana Malik Ibrahim_05
Padatnya peziarah …
Sunan Maulana Malik Ibrahim_01 Sunan Maulana Malik Ibrahim_02
Mendapatkan tempat …..
Sunan Maulana Malik Ibrahim_03 Sunan Maulana Malik Ibrahim_04

Dalam upacara itu sang dukun telah siap menghujamkan sebilah pisau ke dada gadis cantik yang dijadikan persembahan bagi Dewa Hujan.

Wanita itu adalah gadis ketiga yang dipersembahkan ke Dewa Hujan setelah dua korban sebelumnya dipersembahkan namun tidak juga membuat hujan turun dari langit.

Dari kejauhan Syekh Maulana Malik Ibrahim berteriak lantang mencegah praktik persembahan manusia itu, tetapi ujung pisau telah sampai ke dada si gadis malang.

Namun keajaiban terjadi, pisau itu tak mampu menembus dadanya. Si dukun merasa ada kekuatan gaib yang menghadang tenaganya menekan pisau ke dada. Sampai kemudian si dukun terlempar jauh.

Tahulah si dukun setelah Syekh Maulana Malik Ibrahim mendekat. Dengan rasa marah, si dukun menanyakan kenapa Syekh Maulana Malik Ibrahim menghalangi pelaksanaan upacara persembahan manusia itu.

“Sudah berapa gadis yang dikorbankan,? ” tanya Syekh Maulana Malik. “Dua,” jawab si dukun itu. “Apakah setelah dua nyawa itu melayang, hujan turun, ? ” tanya Syekh Maulana Malik Ibrahim lagi.

Si dukun terdiam. Memang setelah dua persembahan lalu, Dewa Hujan belum juga bermurah hati menurunkan airnya. Tetapi dia meyakini setelah yang ketiga ini, Dewa Hujan akan mengabulkan permohonannya, yang juga merupakan permohonan semua penduduk di daerah itu.

Sesaat setelah menyadari kondisi yang dialami penduduk, Syekh Maulana Malik Ibrahim berujar, “Bila hujan dapat turun, masihkah kalian akan mengorbankan gadis ini,? ”.

“Yang kami inginkan adalah hujan, tuan. Jika hujan turun, kami akan bebaskan gadis itu,” ujar seorang penduduk.

Syekh Maulana Malik lalu menjalankan salat Istisqa untuk minta hujan. Karena karomahnya  membuat hujan turun dengan deras, mengakhiri kekeringan di daerah tersebut.

Orang-orang yang menyaksikan itu menjadi takjub dan tak kepalang gembiranya. Mereka serentak bersujud seperti menyadari bahwa Syekh Maulana Malik Ibrahim adalah seorang dewa.

Tetapi Syekh Maulana Malik segera mencegah dan menyuruh mereka bangkit. Dengan lembut dia menjelaskan semua adalah berkat keagungan Allah SWT, tuhan yang sebenarnya.

Dengan takjub dan mendapat pencerahan dari sebuah tanda kebesaran Allah yang baru lewat tadi, orang-orang itu menyatakan ketertarikannya pada Islam.

Mereka ingin memeluk Islam dan belajar mengenai ajarannya. Lalu orang-orang tersebut diajarkannya mengucap dua kalimat sahadat dan masuk agama Islam.

 

Ziarah ke Sunan Ampel, Surabaya
Ziarah ke Sunan Maulana Ishaq, Lamongan